Masa-masa pascamelahirkan, terutama anak pertama, seharusnya menjadi masa yang menyenangkan. Namun banyak ibu baru yang justru merasa tidak nyaman karena memiliki kekhawatiran berlebihan atas hal-hal yang sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan.
Ada dua hal yang sering membuat para ibu baru bingung. Yang pertama, mitos yang menyatakan si buah hati harus tidur sepanjang malam. Padahal sebetulnya, pada kebanyakan kasus, hal itu justru bisa membahayakan sang bayi. Pasalnya, ia tidak memiliki cukup cadangan makanan di perutnya yang masih kecil dan dalam tahap perkembangan.
Karena itu, normal bila bayi sering terbangun di malam hari karena merasa lapar. Kalau ia tidak juga bangun, malahan para ibu dianjurkan membangunkan si buah hati untuk menyusu. Dengan demikian, sang bayi mendapatkan nutrisi yang cukup saat tidur.
Biasanya, bayi akan terbangun 2-3 kali dalam satu malam. Namun setelah mencapai usia tiga bulan, frekuensi terbangun itu akan semakin berkurang.
Mitos kedua yang sering merisaukan para ibu adalah, setelah memiliki anak, seorang ibu tidak akan mendapatkan bentuk tubuh seperti semula. Kekhawatiran itu tidaklah beralasan meskipun memang setelah mengandung selama sembilan bulan, berat badan seorang ibu akan bertambah.
Namun, berita baiknya adalah bila seorang ibu menyusui bayinya secara intensif, ia akan dengan cepat mendapatkan bentuk tubuh seperti semula. Karena dengan menyusui, seorang ibu bisa membakar 1.500 kalori setiap harinya. Dengan kata lain, ia tidak harus ‘repot’ berolahraga keras ataupun mengonsumsi obat-obatan pelangsing.
Bila rajin menyusui dan merawat sang buah hati, hanya dalam enam bulan pascamelahirkan, seorang ibu mendapatkan tubuhnya kembali. Perut akan mengecil, berat badan menurun dan kulit menjadi semakin kencang.
